LACAKBERITA.COM -Ngawi, 24 Juni 2025 — Pemerintah Desa Ringinanom, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi kembali menggelar tradisi tahunan bersih desa atau yang dikenal sebagai nyadran pada Senin (24/6). Kegiatan adat ini dilaksanakan secara khidmat di tiga lokasi makam desa setempat, termasuk Makam Pungon (sering disebut Makam Cilik) dan dua makam lainnya yang menjadi bagian penting dari sejarah dan spiritualitas desa.
Acara diawali dengan kirim doa atau istighosah yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa ditujukan bagi arwah para leluhur sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang diberikan selama ini. Kegiatan kirim doa ini dilaksanakan serentak di tiga dukuh, yakni Dukuh Pungon 1, 2, dan 3.
Warga Desa Ringinanom tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka datang berbondong-bondong, membawa sedekah makanan dan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Kehadiran tokoh masyarakat dan para sesepuh desa turut menambah kekhidmatan dalam pelaksanaan adat budaya ini.
Kepala Desa Ringinanom, Sukardi, menyampaikan bahwa tradisi nyadran ini merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. “Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para leluhur sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antarwarga dan hubungan spiritual dengan alam,” ujarnya.
Tradisi bersih desa ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat jati diri masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur yang mendalam, warga Desa Ringinanom berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang tak hilang oleh waktu.
Red/adv
















