MADIUN, BUSERJATIM.COM GROUP, 14 Agustus 2025 — Pagi itu, langit Desa Ngranget masih teduh, namun halaman Mushola Al Hamid dipenuhi semangat yang menyala. Di tengah aroma serbuk kayu yang menyeruak, tampak balok-balok kayu besar tergeletak menunggu untuk ditegakkan. Hari itu, tangan-tangan kuat Satgas TMMD ke-125 Kodim 0803/Madiun berpadu dengan tenaga warga desa, mengangkat dan menegakkan soko guru, tiang utama penyangga atap rumah ibadah yang akan menjadi pusat cahaya bagi kehidupan kampung.
Tidak mudah memindahkan kayu seberat itu. Dibutuhkan lebih dari sekadar tenaga, tetapi juga kekompakan dan irama kerja yang terjalin tanpa banyak kata. Tangan-tangan kokoh menahan beban, kaki berpijak mantap di tanah desa, sementara peluh mengalir menjadi saksi kerja yang lahir dari hati.
Bagi Satgas TMMD dan warga, soko guru ini bukan sekadar tiang. Ia adalah simbol penopang harapan, tempat doa-doa akan berkumandang, ayat-ayat suci dilantunkan, dan persaudaraan dipupuk. Semangat gotong royong yang terpancar hari itu menjadi gambaran nyata bahwa kekuatan bersama mampu menegakkan bukan hanya bangunan, tapi juga rasa persatuan.
Dansatgas TMMD ke-125 Kodim 0803/Madiun, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, menyampaikan apresiasinya terhadap warga yang antusias terlibat. “Mendirikan soko guru ini butuh kekuatan fisik dan kekuatan hati. Saya bangga melihat TNI dan masyarakat bergerak bersama demi rumah ibadah ini,” ujarnya.
Tokoh masyarakat setempat, bapak Jayus, mengaku haru melihat mushola perlahan berdiri. “Dulu hanya terbayang, sekarang tiangnya mulai tegak. Semoga ini menjadi berkah dan membawa kebaikan bagi desa kami,” ucapnya dengan senyum penuh syukur.
















