SURABAYA, BUSERJATIM.COM GROUP/ 5 Oktober 2025 — Pemandangan mengharukan sekaligus inspiratif mewarnai acara Seminar dan Workshop “Sunat Modern Tanpa Nyeri, Proses Aman, Nyaman, Hasil Rapi dan Estetik” yang digelar oleh Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Jawa Timur bekerja sama dengan PT Nusa Karya Mulya Medika (NKMM) di Leedon Hotel & Suites, Surabaya. Salah satu peserta khitan massal yang merupakan anak autis menjadi pusat perhatian karena proses tindakan berjalan lancar hanya dalam waktu 15 menit tanpa kendala berarti.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 dokter umum dari berbagai daerah di Jawa Timur, dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam menerapkan teknik sunat modern yang aman, efektif, dan sesuai standar medis terkini.
Ketua panitia PDUI Jatim, Dr. FX Retrimadja, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret organisasi dalam meningkatkan kapasitas para dokter umum agar mampu memberikan pelayanan sunat modern yang profesional.
“PDUI adalah wadah para dokter umum di Indonesia. Kami ingin meningkatkan kompetensi anggota melalui pelatihan seperti ini. Ini baru pertama kali PDUI mengadakan workshop sunat modern, dan kami berharap kegiatan seperti ini bisa digelar di seluruh Jawa Timur bahkan Indonesia,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman:
- Dr. Alexander Alif Nu’man, M.Kes,
- Dr. A. Setiawan Zulkarnaen,
- Suwardi, S.Kep., Ners.,
- Sarbani, S.Kep., Ners.
Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai tahapan prosedur sunat modern, mulai dari persiapan pasien, teknik anestesi minim nyeri, hingga penggunaan alat sunat modern yang legal dan steril sesuai standar Kementerian Kesehatan.
“Kami hanya mengingatkan kepada para tenaga medis, gunakanlah alat yang legal dan terdaftar di Kemenkes, karena dari situ terjamin keamanannya serta sterilitasnya,” tegas Suwardi, S.Kep., Ners., salah satu narasumber.
Momen paling menarik terjadi saat sesi khitanan massal terhadap 30 anak. Salah satu peserta, anak dengan autisme, menjadi sorotan karena proses sunatnya berjalan sangat cepat dan tanpa hambatan.
“Anak autis memang perlu penanganan khusus. Kalau dia diam justru menandakan kesakitan, tapi kalau meronta itu malah tidak terasa — kebalikannya dari anak normal. Namun dengan teknik modern ini, tindakan bisa selesai dalam waktu 15 menit tanpa masalah,” jelas Sarbani, S.Kep., Ners.
PDUI Jatim berharap pelatihan ini menjadi awal dari peningkatan kompetensi dokter umum dalam layanan medis berbasis teknologi modern yang ramah pasien, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Melalui pelatihan “Sunat Modern Tanpa Nyeri” ini, PDUI bersama PT NKMM berkomitmen untuk mendorong pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien.
















