NGAWI, LACAKBERITA. COM , 29 Agustus 2024 – Proyek pembangunan jalan di kawasan Supriyadi, Kandangan, Kabupaten Ngawi, memicu keresahan di kalangan warga setempat. Salah satu masalah utama yang dihadapi warga adalah tingginya polusi debu yang dihasilkan dari aktivitas proyek tersebut. Dampak debu ini dirasakan terutama oleh warga yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.
Beberapa pedagang bahkan mengaku harus menghentikan aktivitas jualan mereka karena kondisi yang tidak memungkinkan. Salah seorang pedagang, sebut saja Sanem (nama samaran), mengungkapkan kepada awak media bahwa ia terpaksa menutup usahanya selama dua minggu terakhir.
“Terpaksa saya tutup, tidak jualan ada dua minggu akibat debu yang sangat banyak. Meskipun ada penyiraman, tapi masih kurang maksimal,” ujar Sanem.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan, debu yang berterbangan juga mengurangi minat pembeli untuk datang, sehingga para pedagang merugi. Keluhan ini juga disampaikan kepada para pekerja proyek, namun tanggapan yang diterima mengecewakan. Ketika warga mencoba mencari mandor proyek untuk menyampaikan keluhan mereka, mandor tersebut tidak dapat ditemukan.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan warga yang berharap agar pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat selama proses pembangunan berlangsung. Warga berharap ada tindakan nyata yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif, seperti peningkatan frekuensi penyiraman jalan dan pemantauan ketat dari pihak terkait.
Reporter: [alex]
Media Ngawi Terdepan















