Rotasi Besar di Polda Bali: Penyegaran Strategis Jajaran Elit, Empat Kapolres Berganti, Ketidakhadiran Kapolres Badung Jadi Sorotan

DENPASAR, BUSERJATIM.COM GROUP- Polda Bali secara resmi melakukan penyegaran organisasi besar-besaran melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Rabu (7/1). Rotasi ini tidak sekadar formalitas rutin, melainkan menyasar langsung posisi-posisi strategis yang menjadi tulang punggung pengambilan kebijakan dan penegakan hukum di Bali.

Sejumlah jabatan kunci di tingkat Pejabat Utama (PJU) mengalami pergantian, mulai dari Irwasda, Karo Rena, hingga dua direktorat vital yakni Dirreskrimsus dan Dirressiber. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Polda Bali tengah melakukan penataan serius demi memperkuat kinerja institusi, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di tahun 2026.

Read More

Tidak hanya di level Polda, rotasi kepemimpinan juga merambah empat wilayah hukum strategis di Bali, yakni Polres Buleleng, Polres Klungkung, Polres Karangasem, dan Polres Badung. Empat daerah ini memiliki karakteristik dan tantangan kamtibmas yang berbeda, mulai dari persoalan kriminalitas konvensional, kejahatan siber, hingga dinamika sosial dan pariwisata yang sensitif terhadap isu keamanan.

Dalam amanatnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus upaya penguatan organisasi. Ia menekankan agar para pejabat yang baru dilantik tidak larut dalam euforia jabatan, melainkan segera tancap gas bekerja demi menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat Bali.

“Pejabat yang baru saya harapkan segera menyesuaikan diri, menjaga kesinambungan program yang sudah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolda Bali. Ia juga mengingatkan bahwa Bali memiliki posisi strategis sebagai etalase Indonesia di mata dunia, sehingga stabilitas keamanan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Pelantikan AKBP Ruzi Gusman sebagai Kapolres Buleleng, AKBP M. Arif Batubara sebagai Kapolres Klungkung, AKBP I Made Santika sebagai Kapolres Karangasem, serta AKBP Joseph Edward Purba sebagai Kapolres Badung, menjadi babak baru kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Publik kini menanti gebrakan konkret dari para Kapolres baru tersebut, terutama dalam penanganan penyakit masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pendekatan humanis kepada warga lokal.

Kapolda Bali juga secara khusus menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari angka penindakan, tetapi juga dari kepercayaan publik yang tumbuh melalui pelayanan yang profesional dan transparan.

Namun, di tengah jalannya sertijab yang berlangsung khidmat, perhatian awak media justru tertuju pada satu hal yang tidak biasa. Salah satu Kapolres yang seharusnya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, yakni Kapolres Badung, diketahui tidak hadir dalam upacara sertijab. Ketidakhadiran ini menimbulkan tanda tanya di kalangan wartawan dan publik.

Upaya konfirmasi pun dilakukan. Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari sumber di lapangan, disebutkan bahwa yang bersangkutan dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan di Propam Mabes Polri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Bali maupun Mabes Polri terkait informasi tersebut.

Situasi ini menambah dinamika tersendiri di tengah rotasi besar Polda Bali. Publik kini menanti kejelasan informasi sekaligus berharap agar proses penegakan disiplin internal, jika memang benar terjadi, dapat berjalan secara transparan dan profesional sesuai prinsip Polri Presisi.

Pergantian pucuk pimpinan di tingkat Kapolres kerap membawa warna dan gaya kepemimpinan baru. Pertanyaannya kini, di antara Buleleng, Klungkung, Karangasem, dan Badung, wilayah mana yang akan menghadapi tantangan keamanan paling kompleks di tahun 2026? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh ketegasan, integritas, dan keberanian para pimpinan barunya dalam menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bermartabat.

Related posts