SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP — Panglima Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN., S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., diwakili Kepala Dinas Teritorial Armada III Kolonel Marinir Agustinus Purba, menghadiri Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Kelengkapan Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodaeral XIV di Lapangan Apel depan Markas Kodaeral XIV, Sorong, Rabu (21/01/26).
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan apel gelar memiliki makna strategis sebagai wujud komitmen dan sinergi seluruh komponen dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya di wilayah Kota Sorong dan sekitarnya yang rawan banjir, tanah longsor, gempa bumi, serta cuaca ekstrem.
Lebih lanjut disampaikan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil. Oleh karena itu, seluruh unsur yang terlibat dituntut memiliki pemahaman yang sama, kecepatan bertindak, serta kemampuan bekerja secara terpadu.
Kodaeral XIV juga menegaskan kesiapan untuk mendukung pemerintah daerah dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca-bencana. Keberhasilan penanganan bencana, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan memerlukan kerja sama solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Basarnas, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral XIV menekankan beberapa penekanan penting, antara lain peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel, penguatan koordinasi dan komunikasi antarinstansi, kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar dapat digerakkan dengan cepat, serta pembangunan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah awal penyelamatan.
Apel kesiapsiagaan dan gelar kelengkapan pasukan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya, sebagai bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Papua Barat Daya, khususnya Kota Sorong dan sekitarnya.
(Tim/Red)
















