SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui penyaluran bantuan sarana operasional kepada lembaga pendidikan di wilayah provinsi tersebut. Bantuan ini mencakup perguruan tinggi serta sekolah pendidikan khusus sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran aktivitas pendidikan dan pelayanan administrasi, yang diserahkan di Kota Sorong, Rabu (21/01/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Suardi Thamal, yang mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Ia menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan optimal, terutama dalam menunjang mobilitas dan operasional kelembagaan.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Perguruan tinggi ini menerima dukungan operasional berupa kendaraan dinas yang diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi dan pelayanan kantor. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat Daya.
Menurut Suardi, selain perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Bantuan operasional disalurkan kepada SLB di Kabupaten Sorong, Kota Sorong, serta dua SLB di Kabupaten Raja Ampat.
“Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung pendidikan secara menyeluruh dan berkeadilan, termasuk pendidikan inklusif. Dukungan ini diharapkan membantu sekolah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Papua Barat Daya menyerahkan dua unit mobil operasional berukuran kecil yang difokuskan untuk mendukung aktivitas perkantoran. Pemerintah menegaskan bahwa kendaraan tersebut tidak diperuntukkan sebagai sarana transportasi mahasiswa, melainkan untuk menunjang kelancaran tugas-tugas administratif dan operasional lembaga.
Suardi menambahkan, pembaruan sarana transportasi ini dinilai penting mengingat sejumlah kendaraan operasional yang digunakan lembaga pendidikan telah berusia cukup lama. Khusus di UNAMIN, kendaraan operasional sebelumnya telah digunakan sejak institusi tersebut berdiri pada tahun 1982.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap kinerja pelayanan pendidikan dapat semakin meningkat dan lebih efektif,” tambahnya.
Terkait anggaran, bantuan kendaraan operasional tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp25 juta, dengan rincian final yang masih dalam tahap pendataan administrasi. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan seluruh bantuan yang disalurkan telah melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui program ini, Pemprov Papua Barat Daya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di provinsi termuda di Indonesia tersebut.
(TK)













