LACAKBERITA.COM –
Ngawi, 26 September 2024– Dalam rangka meningkatkan daya saing dan keterampilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Berbasis Online. Acara ini berlangsung pada Kamis, 26 September 2024, dan dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai sektor UMKM di wilayah tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk-produk lokal secara lebih luas, terutama di era yang serba online seperti saat ini. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UMKM di Ngawi mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Peserta dan Narasumber
Bimbingan teknis ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM di berbagai sektor, mulai dari sektor pangan, pertanian, hingga industri kreatif. Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Ir. Eka Sri Rahayu, yang menyampaikan pentingnya peningkatan kemampuan digitalisasi bagi UMKM di era teknologi yang semakin berkembang pesat.
Hadir pula dalam acara ini, Bapak Amirudin, S.H. Kepala Bidang Keamanan dan Diversifikasi Pangan DKPP Kabupaten Ngawi, yang menekankan pentingnya peran UMKM dalam menjaga ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bapak Amirudin menyebutkan bahwa pemasaran berbasis online adalah salah satu solusi yang efektif dalam meningkatkan akses pasar dan menekan biaya promosi bagi para pelaku usaha kecil.
Acara ini juga menghadirkan narasumber dari praktisi UMKM sukses, yakni Haryati Sekarsari, seorang pelaku usaha dari Desa Sambirobyong, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, yang telah berhasil memanfaatkan platform online untuk mengembangkan bisnisnya. Haryati berbagi pengalaman dan tips sukses dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk-produk lokal.
Pentingnya Digitalisasi UMKM
Dalam sambutannya, Ir. Eka Sri Rahayu menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui DKPP berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Ngawi, terutama dalam hal pemasaran dan teknologi. “Kami sadar bahwa pemasaran produk menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para peserta bisa memanfaatkan teknologi berbasis online, seperti e-commerce dan media sosial, untuk memperluas jangkauan pasar mereka,” ujar Eka.
Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya penting untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga sebagai strategi untuk tetap bertahan di masa yang penuh tantangan, seperti pandemi yang telah memengaruhi banyak sektor ekonomi. “UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang,” tambahnya.
Berbagi Pengalaman dan Strategi Pemasaran
Haryati Sekarsari, sebagai salah satu pelaku UMKM yang sukses di Kabupaten Ngawi, menyampaikan materi tentang strategi pemasaran berbasis online yang telah ia terapkan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce dapat membantu usahanya dikenal lebih luas. “Saya memulai dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produk-produk saya. Kemudian, saya beralih ke platform e-commerce yang lebih profesional. Ini sangat membantu saya dalam meningkatkan penjualan, terutama dari luar daerah,” katanya.
Haryati juga memberikan tips praktis dalam membuat konten yang menarik untuk media sosial, cara menjangkau konsumen potensial, serta pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan pelanggan meski dilakukan secara online.
Harapan Kedepan
Acara Bimbingan Teknis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Ngawi. Dengan bekal pengetahuan tentang pemasaran berbasis online, para peserta diharapkan mampu memaksimalkan potensi pasar dan meningkatkan pendapatan mereka.
Kepala Bidang Keamanan dan Diversifikasi Pangan, Amirudin, S.H., menegaskan bahwa DKPP akan terus berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM di wilayah Kabupaten Ngawi. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan pelatihan lanjutan bagi para pelaku UMKM. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tutup Amirudin.
Dengan berakhirnya acara, para peserta terlihat antusias untuk segera menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan. Diharapkan, pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM di Kabupaten Ngawi semakin berdaya saing di era digital.
















